Jumat, Juni 17, 2011

Harga Cengkih di Sulut Fantastis, Rp 150.000/kg

Cengkih (foto : ist)
MANADO BISNIS – Harga cengkih di Sulut benar-benar fantastis, pantauan harian ini, Kamis (16/06) lalu, pedagang pengumpul di Kota Manado membeli dengan harga  tertinggi  Rp 150.000/kg. Hanya saja, komoditi andalan Sulut tersebut  ternyata sudah jarang diperoleh atau dijual oleh  petani.

“Memang kami bole membeli sampai Rp 150.000/kg untuk cengkih yang kualitasnya bagus, apalagi dalam jumlah yang besar,” ujar salah satu pedagang pengumpul di Kota Manado, namun meminta namanya jangan ditulis.

Sementara itu, pengkajian dari Dinas  Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut,  akibat pembeli cengkih proaktif terus menghimpun stok cengkih yang masih tersisa di tangan petani, berdampak positif pada harga cengkih di tingkat pedagang pengumpul di Kota Manado, naik hingga Rp140.000/kg, dan bisa saja mencapai Rp 150.000/kg. 

“Bulan Mei lalu harga cengkih baru di kisaran Rp 110.000, tetapi karena pedagang pengumpul terus berlomba menyerap stok yang masih tersisa pada petani sehingga harga menguat hingga 27 persen hanya dalam tempo sekitar dua minggu menjadi Rp140.000,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri,  Disperindag Sulut, Janny Rembet.
Harga yang mencapai Rp140.000 di sejumlah pedagang pengumpul ini, merupakan patokan tertinggi yang pernah dicapai komoditas unggulan masyarakat Sulut tersebut sejak pertama kali ditanam di Sulut hingga tahun 2011 ini. “Tidak pernah menyangka harga cengkih bisa mencapai Rp140.000 . Hal ini terjadi karena kebutuhan pabrik yang makin tinggi,”  ungkapnya.

Terhadap kemungkinan harga cengkih masih akan bergerak naik lagi, kata  Rembet,  sulit untuk diprediksi, karena harga jual yang tercipta saat ini masuk dalam kategori abnormal, karena pergerakan harga sangat tajam. “Cengkih kering saat panen raya tahun 2010 lalu hanya di kisaran Rp 40.000  hingga Rp 50.000  per Kg, dan tidak pernah terduga sebelumnya hanya dalam tempo sekitar sembilan bulan menguat hingga 140.000 atau berkisar 250 persen kenaikannya,”  paparnya.

Kendati harga cengkih terus bergerak mencapai harga tertinggi, tetapi disambut dingin sebagian besar petani komoditi  tersebut karena mereka tidak lagi merasakan dampak langsungnya. “Yang merasakan dampak kenaikan harga cengkih ini tinggal pedagang saja, sebab sebagian besar stok petani sudah dilepas sebelum harga mencapai Rp100 ribu,” kata Markus, petani cengkih di Minahasa. (yg/mtr)