Kamis, Juli 21, 2011

Pertamina : Pengecer Penyebab Kelangkaan BBM


By on 7/21/2011 06:19:00 PM

MANADO BISNIS – Maraknya pedagang pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) dan penimbun  saat ini, ternyata menjadi salah satu penyebab kelangkaan BBM. Itulah sebabnya harus segera ditertibkan oleh instansi berkompeten.

BBM habis di SPBU, penyebabnya karena pedagang pengecer marak  (foto : ist)
                                       
Setidaknya hal ini menjadi salah satu percakapan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), saat melakukan  rapat di Kantor Gubernur, yang dikemukakan  pihak Pertamina Manado.  Pertamina menilai tambahan kuota yang sedang dibahas Pemerintah Propinsi Sulut  untuk diusulkan kepada pemerintah pusat tidak akan efektif,  jika pengecer dan penimbun  BBM  bersubsidi tidak ditertibkan.

“Kami menemukan di salah satu SPBU di Politeknik, ada sepeda motor mengisi 33 liter, kendaraan seperti ini harus ditertibkan oleh pemerintah karena sudah tidak wajar," kata Sales Representative Pertamina Manado Kristanto Timotius.

Dikatakannya,  aksi penimbunan dan pembelian BBM bersubsidi oleh pengecer yang tidak wajar tersebut mempercepat kekosongan SPBU sehingga masyarakat panik. “Semakin banyak kendaraan menggunakan tangki modifikasi sehingga dapat mengisi BBM jauh lebih banyak dari ukuran aslinya," ujarnya.

Kondisi ini, lanjut dia,  semakin diperparah dengan adanya angkutan dan truk proyek baik swasta maupun pemerintah yang menyedot BBM bersubsidi bekerja sama dengan oknum pengelola SPBU. “Pertamina tidak mungkin menindak warga yang memborong atau menimbun BBM bersubsidi, karena itu kami meminta aparat terkait untuk mengambil tindakan tegas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Biro Ekonomi Pemprop  Sulut Adry Manengkei mengatakan, Pemerintah Propinsi Sulut sedang mengkaji berapa banyak usulan tambahan kuota BBM menyusul terus terjadinya kelangkaan BBM di daerah ini.
Pemimpin Bank Indonesia Manado Ramlan Ginting menambahkan, harus dicari akar masalahnya, apa yang menjadi penyebab kelangkaan BBM di Sulut.

Akan halnya Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulut Robby Assah mengatakan, tambahan kuota BBM setiap tahun yang dilakukan Pertamina, seharusnya seiring dengan tambahan kendaraan beroperasi di Manado. "Data yang ada tidak sebanding antara pertambahan jumlah kendaraan dan kuota BBM yang dialokasikan pemerintah, ini menimbulkan kesenjangan,” ungkapnya. (yg/mtr)

Tentang Manado Bisnis

Manado Bisnis adalah blog yang mengulas perkembangan bisnis terbaru yang terjadi di Kota Manado pada khususnya, dan Sulawesi Utara pada umumnya. .