Minggu, Mei 20, 2012

Sulut Berpotensi Ekspor Tepung Sagu

Pengolahan sagu (foto : ist)
MANADO BISNIS  – Tepung sagu yang merupakan komoditas andalan masyarakat Sulut, khususnya yang tinggal di wilayah kepulauan Sangihe, Sitaro dan Talaud, berpeluang untuk dipasarkan atau diekspor  ke Jerman.

Hal ini sebagaimana informasi Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Jabes Gaghana, saat menghadiri Seminar Kajian Ekonomi Regional Propinsi Sulut,  belum lama ini di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Manado.  “Kabupaten Kepulauan Sangihe,  melakukan kerja sama pengembangan dan pemasaran empat komoditas unggulan sektor pertanian dengan Jerman, di antaranya Sagu,” ujarnya.

Dikatakan Gaghana, minggu lalu tim dari Jerman sudah datang melakukan survei pertanian di Kabupaten Sangihe. “Empat komoditas yang akan dikembangkan yakni tanaman pala, kelapa, sagu, cengkih. diharapkan dapat meningkatan perekonomian petani yang ada di Kabupaten Sangihe,” tandasnya.

Investor Jerman juga, menurut dia,  menjamin pasarnya, karena memang tujuan kerja sama ini bukan hanya pengembangan pertanian, tetapi juga terjamin pasarnya. "Sektor pertanian memberi sumbangsih 30 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Sangihe, karena itu pengembangannya diharapkan akan meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat di kawasan tersebut," ungkap Gaghana.

Karena peran yang dominan tersebut,  menurut dia, maka sektor pertanian menjadi salah satu arah yang akan terus diberdayakan pemerintah Sangihe agar terus berkembang ke depan. "Dengan kerja sama dengan Jerman, maka diharapkan sektor pertanian Sangihe dapat berkembang lebih pesat, dengan demikian dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di kawasan tersebut," jelas Gaghana.

Lebih lanjut dia berharap, pemerintah pusat dan pemerintah propinsi,  agar memberi perhatian terhadap masyarakat di Kabupaten Sangihe, bukan hanya untuk kepentingan mereka sendiri, tetapi terlebih khusus kabupaten ini merupakan daerah terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Filipina. "Pembiayaan atau kredit, merupakan salah satu yang perlu mendapat perhatian lebih serius, karena kendati sumbangsih pertanian terhadap PDRB mencapai 30 persen, tetapi dana perbankan tersalur masih relatif sedikit," bebernya. [yg/mtr]