Selasa, Juli 24, 2012

Penanaman Kacang Tanah Mulai Diseriusi

MANADO BISNIS – Tampaknya, petani di Sulut mulai menseriusi penanaman kacang tanah. Hal ini terlihat dari hasil produksi  sebanyak 9.049 ton, mengalami peningkatan 4,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Demikian diakui Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Dantes Simbolon. "Peningkatan produksi kacang tanah Sulut tersebut merupakan angka tetap produksi tahun 2011 yang dihitung berdasarkan pengumpulan data di lapangan,"  ujarnya.

Dikatakan Simbolon,  produksi kacang tanah Sulut mengalami peningkatan sejak tahun 2010 hingga akhir tahun lalu. "Tahun 2008 sebanyak 8.640 ton, namun tahun 2009 turun menjadi 8.493 ton, tetapi berkat upaya keras petani maka produksi meningkat di tahun 2010 menjadi 8.671 ton kemudian 2011 menjadi 9.049 ton,"  tandasnya.

Kendati mengalami kenaikan produksi, lanjut Simbolon,   dari sisi produktivitas justru menunjukkan penurunan. "Tahun 2009 produksi kacang tanah oleh petani Sulut mencapai 13,17 kuintal per hektare(Ha), tetai tahun 2011 ini turun menjadi hanya 13,10 kuintal per Ha, terendah sejak tahun 2008,"  paparnya.

Kalau pun  terjadi peningkatan produksi pada tahun 2011 lalu,   menurut dia, lebih disebabkan bertambahnya areal penanaman oleh petani. "Areal pertanaman kacang tanah petani Sulut pada akhir tahun 2011 tercatat seluas 6.908 hektare(Ha), naik dibandingkan tahun sebelumnya hanya 6.611 Ha,"  ungkapnya.
Diketahui,  harga kacang tanah di pasaran Manado saat ini berkisar Rp19 ribu per Kilogram(Kg), harga tersebut tercatat masih stabil dibandingkan sebelumnya.

Tapi, selama bulan suci Ramadhan, diperkirakan terjadi peningkatan permintaan kacang tanah, sebab produk tersebut merupakan bahan baku untuk diolah menjadi berbagai jenis kue. Selain itu,  permintaan kacang tanah diperkirakan tetap tinggi terutama datang dari industri kacang tore dan kacang goyang terutama di kawasan penghasil utama yakni Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa.[yg/mtr]