Selasa, Agustus 07, 2012

Petani Sulut Butuh Alat Pengering Padi

MANADO BISNIS  – Petani yang ada di Sulut membutuhkan mesin pengering padi, untuk mengurangi tingkat kerusakan saat panen tiba.  Hal ini diutarakan sejumlah petani padi di daerah lumbung beras Sulut, Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow.

“Saat panen tiba, masih cukup banyak beras petani rusak, terutama bila ketika panen sering turun hujan, karena itu mesin pengering sangat dibutuhkan,” kata Wardoyo, petani setempat.

Dikatakannya, petani di daerah ini masih mengandalkan sinar matahari untuk mengeringkan hasil produksi padi. “Saat panen tidak banyak, cara pengeringan secara alamiah tersebut masih bisa dilakukan petani, tetapi saat produksi melimpah, maka akan banyak padi petani yang menjadi rusak atau turun kualitasnya karena proses pengeringannya tidak maksimal,”  ujarnya.

Dumoga, menurut dia,  merupakan sentra penghasil padi Sulut. Ribuan hektare lahan yang terhampar di sepanjang Dumoga saat ini dikelola petani yang tergabung dalam 56 kelompok tani. Selain peralatan pengering, petani di daerah ini juga minta perbankan mewujudkan janji untuk menyalurkan kredit dengan tingkat suku bunga lebih rendah dari yang berlaku saat ini. “Tingkat suku bunga perbankan yang berlaku saat ini masih dinilai mahal bagi petani padi, dan ini dirasakan memberatkan, karena itu BI  Sulut perlu mendorong agar perbankan mau menyalurkan kredit berbunga murah kepada petani,”  papar Wardoyo. [yg/mtr]